Keluarga sebagai Garda Terdepan: Membangun Pertahanan Kokoh Melawan Radikalisme di Kalangan Generasi Muda Barito Utara
Dalam menghadapi arus globalisasi yang kian deras serta pesatnya perkembangan teknologi informasi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara menyerukan pentingnya peran sentral keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai benteng pertahanan utama dalam mencegah meluasnya paham radikalisme di kalangan anak-anak dan remaja. Seruan ini secara tegas disampaikan oleh Ketua TP PKK Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, saat membuka kegiatan Sosialisasi Paham Radikalisme terhadap Anak dan Remaja yang diselenggarakan di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, pada Kamis, 19 Februari 2026. Acara strategis ini dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, termasuk Ketua GOW, Ketua Persit Chandra Kirana, Ketua Bhayangkari, Ketua Dharma Wanita, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Ketua Dharmayukti Karini Barito Utara, serta Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial PMD, Dinas Dalduk KB P3A, Camat Teweh Tengah, para pimpinan organisasi kewanitaan dan keagamaan, serta pengurus TP PKK se-kecamatan, menunjukkan komitmen kolektif daerah ini dalam melindungi generasi penerus.
Menurut Maya Savitri Shalahuddin, kegiatan sosialisasi ini memiliki makna yang sangat vital dan strategis, mengingat anak-anak dan remaja saat ini menjadi kelompok yang paling rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, terutama penyebaran ideologi radikalisme yang sering kali menyusup melalui kanal-kanal media sosial dan internet. Ia menjelaskan bahwa radikalisme bukan sekadar sebuah ideologi politik atau keagamaan, melainkan sebuah cara pandang yang cenderung sempit, intoleran, dan kerap kali menghalalkan tindakan kekerasan demi mencapai tujuannya. Sebagai bangsa yang teguh berpegang pada Pancasila dan UUD 1945, Indonesia telah bersepakat untuk hidup dalam harmoni keberagaman. Oleh karena itu, tegasnya, segala bentuk paham yang berpotensi memecah belah persatuan dan menanamkan kebencian harus ditolak secara kolektif. "Kita memiliki tanggung jawab besar untuk membekali generasi muda dengan wawasan kebangsaan yang kuat, pemahaman agama yang moderat, serta kemampuan berpikir kritis agar mereka tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya," imbuhnya, menekankan pentingnya edukasi dan literasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Barito Utara turut menyoroti urgensi sinergi antara lingkungan keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh. Orang tua, kata Maya, harus berdiri sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan moral anak-anak, sementara sekolah dan lingkungan masyarakat memiliki peran krusial untuk menciptakan atmosfer yang inklusif, toleran, dan harmonis. Memperkaya perspektif, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, yang diwakili oleh Iptu Ganjar Satriono, S.Sos, Panit Satgas Wilayah Kalteng. Beliau memaparkan materi komprehensif mengenai bahaya laten radikalisme, modus penyebarannya yang kian canggih, serta langkah-langkah konkret pencegahan yang dapat diimplementasikan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
Iptu Ganjar menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikalisme saat ini telah banyak bergeser ke ranah digital, memanfaatkan platform digital dan media sosial dengan pendekatan yang persuasif, target utamanya adalah generasi muda yang haus informasi dan identitas. "Kelompok radikal seringkali mengeksploitasi isu-isu sosial, keagamaan, dan ketidakpuasan tertentu untuk mempengaruhi pikiran anak muda. Mereka mengemas konten yang terlihat menarik, namun sebenarnya mengandung ajaran intoleransi dan kebencian yang mendalam," jelasnya. Ia juga memberikan panduan mengenai tanda-tanda awal paparan radikalisme, yang meliputi perubahan sikap ekstrem, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, mudah mengkafirkan atau menyalahkan pihak lain, serta menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan. "Keluarga harus memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan perilaku anak. Bangunlah komunikasi yang terbuka, tanamkan nilai-nilai toleransi, dan awasi aktivitas digital mereka secara bijak. Ingat, pencegahan radikalisme dimulai dari rumah," tegasnya, menyoroti peran proaktif keluarga dalam membentuk masa depan bangsa yang damai dan berintegritas. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman para peserta mengenai bahaya radikalisme sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, serta menciptakan generasi muda Barito Utara yang religius, nasionalis, toleran, dan berakhlak mulia.
Posting Komentar